Transformasi SMK Melalui Link And Match 8+i yang Mendalam dan Menyeluruh di SMKN 8 Tebo Propinsi Jambi
DOI:
https://doi.org/10.36665/jupemy.v4i1.853Keywords:
Link and Match, SMK, IndustryAbstract
The Link and Match program between Vocational High Schools and Industry aims to connect and align the vocational education system with the needs of the industry and the job market. The transformation to realize a comprehensive and in-depth link and match between SMK and the industrial sector focuses not only on having a draft MoU but also includes 8 + i, which are: 1). Curriculum developed collaboratively, 2). Project-based learning from the workplace, 3). The number and role of teachers/instructors from the industry and experts from the workplace, 4). Practical experience in the field/industry, 5). Competency certification, 6). Technology updates and training for teachers/instructors, 7). Applied research supporting teaching factories, 8). Commitment to absorption and + i, which includes scholarships or service bonds, as well as donations in the form of laboratory equipment or other forms that support achieving the competencies needed by the job.
References
Link and Match, SMK, Industry
PENDAHULUAN
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini berlangsung sangat pesat. Seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, setiap negara dituntut untuk menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, yaitu manusia yang mempunyai kesiapan mental dan kemampuan berpartisipasi mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga dapat meningkatkan kualitas bangsa itu sendiri (Adhia, 2015). Kegiatan ini merupakan pertama kali SMK N 8 Tebo menerima pendanaan Program SMK-PK dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK Negeri 8 Tebo Propinsi Jambi mandapatkan program pendanaan SMK-PK (Pusat Keunggulan) tahun 2022. Dari program tersebut diharapkan SMK mampu meningkatkan sistem yang lebih baik lagi terutama dalam pemenuhan kompetensi siswa, sehingga sesuai dengan kebutuhan dunia lapangan kerja yang sesuai dengan Jurusan yang ada di SMK. Tantangan besar yang harus dihadapi pemerintah dalam upaya menciptakan lapangan kerja sesuai dengan kompetensi yang dibutuhkan Dunia Usaha dan Dunia Industri yang relevansinya menyangkut dua dimensi yaitu, sekolah dan dunia kerja atau masyarakat (Husein, 2019).
Transformasi Pendidikan adalah proses perubahan yang signifikan dalam sistem Pendidikan, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas, aksesibilitas, dan relevansi Pendidikan. Transformasi Pendidikan dapat melibatkan perubahan dalam bentuk 1). Kurikulum dan metode pembelajaran, 2). Teknologi Pendidikan, 3). Struktur dan majemen Pendidikan, 4). Peran guru dan siswa, 5). Aksebilitas dan, 6). Kesetaraan Pendidikan. Tujuan transformasi Pendidikan adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa, meningkatkan kualitas Pendidikan, dan mempersiapkan siswa untuk menghadapi tantangan dimasa depan. Studi Pendidikan kejuruan berperan penting dalam mempersiapkan siswa untuk masuk ke dunia kerja (alvendri et al, 2023).
Pemenuhan untuk menerapkan transformasi tersebut diperlukan adanya sosialisasi dari pihak kampus yang dipercaya oleh Kementrian untuk menjadi Dosen pendamping. Pandangan tentang link menunjukkan proses, yang mengartikan bahwa proses pendidikan selayaknya sesuai dengan kebutuhan pembangunan, sehingga hasilnya pun cocok (match) dengan kebutuhan tersebut, baik dari segi kuantitas, kualitas, ragam, kualifikasi maupun dari segi waktunya (Maulina, 2022). Materi yang disampaikan tentang pentingnya transformasi melalui link and match SMK dengan dunia kerja atau industri yang sesuai dengan bidang keahlian Jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Link and match 8+i terdiri dari : 1). Kurikulum disusun bersama termasuk penguatan aspek softskills dan karakter kebekerjaan untuk melengkapi aspek hardskills yang sesuai kebutuhan dunia kerja, 2). Pembelajaran berbasis project riil dari dunia kerja (PBL) untuk memastikan hardskills akan disertai softskills dan karakter yang kuat, 3). Jumlah dan peran guru/instruktur dari industri dan ahli dari dunia kerja ditingkatkan secara signifikan (sampai minimal mencapai 50 jam/semester/ program keahlian), 4). Praktik kerja lapangan/industri minimal 1 semester, 5). Sertifikasi kompetensi yang sesuai standar dan kebutuhan dunia kerja (bagi lulusan dan bagi guru/instruktur) 6). Update teknologi dan pelatihan bagi guru/instruktur secara rutin dari dunia kerja, 7). Riset terapan mendukung teaching factory yang bermula dari kasus atau kebutuhan, 8). Komitmen serapan lulusan oleh dunia kerja, dan i). Berbagai kemungkinan kerja sama yang dapat dilakukan dengan dunia kerja, antara lain: Beasiswa dan/atau ikatan dinas Donasi dalam bentuk peralatan laboratorium, atau dalam bentuk lainnya dan lain sebagainya.
METODE PELAKSANAAN
Pengabdian dilaksanakan di ruang pertemuan SMK Negeri 8 Tebo Propinsi Jambi. Kegiatan yang dilaksanakan berupa 1). Penyampaian materi dan tanya jawab terhadap Guru dan Siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, dan 2). Kunjungan langsung ke PT. Agung Toyota Kab. Bungo Propinsi Jambi bersama Kepala Sekolah dan Guru-Guru Jurusan Teknik Kendaraan Ringan. Saat memberikan materi pemateri memberikam materi tentang “Transformasi SMK Melalui Link And Match 8+i yang Mendalam dan Menyeluruh di SMK N 8 Tebo Propinsi Jambi”. Saat materi selesai disampaikan, Pemateri memberikan kesempatan kepada Guru dan Siswa untuk bertanya terkait dengan materi yang telah disampaikan. Setelah selesai penyampaian materi langsung berkunjung ke PT. Agung Toyota Bungo dalam rangka aplikasi dari materi yang telah diberikan.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil dari kegiatan pengabdian ini berupa penyampaian materi yang berjalan dengan baik dan sekaligus dapat mendampingi pihak SMK N 8 Tebo untuk berkunjung langsung ke PT. Agung Toyota Muara Bungo.
Gambar 1. Penyampaian Materi Tentang Link and Match
Dapat memberikan materi sesuai dengan tema dengan baik sehingga terjadinya tanya jawab dan diskusi yang menarik saat sesi diskusi. Diskusi yang paling menonjol adalah bagaimana agar pihak sekolah mendapatkan minimal mitra kerjasama dengan industri otomotif agar SMK N 8 Tebo mampu memenuhi kompetensi yang diinginkan oleh pihak industri otomotif untuk Jurusan Teknik Kendaraan Ringan.
Gambar 2. Photo Bersama Setelah Penyampaian Materi Link and Match
Setelah selesai menyampaian materi dan tanya jawab sekaligus photo bersama dengan Guru dan Siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan SMK N 8 Tebo. Kegiatan berikutnya mendampingi langsung pihak sekolah untuk memulai menjalin kerjasama yang saling menguntungkan antara pihak SMK N 8 Tebo dan PT. Agung Toyota Bungo Propinsi Jambi. Kunjungan dari pihak SMK N 8 Tebo langsung dihadiri oleh Kepala Sekolah dan Guru dari Jurusan Teknik Kendaraan Ringan, dari pihak PT. Agung Toyota Muaro Bungo dihadiri oleh Jajaran Pimpinan dan Instruktur.
Gambar 3. Photo Diskusi antara Dosen PNP dan Kepala SMK N 8 Tebo
Bersama Pihak PT. Agung Toyota Muara Bungo
Gambar 4. Photo Bersama antara Dosen PNP, Kepala SMK N 8 Tebo
dan Jajaran Pimpinan PT. Agung Toyota Muara Bungo
Hasil yang diperoleh dari Pendampingan pada kegiatan ini berupa :
Adanya hubungan kerjasama berupa MoU dengan pihak Industry Otomotif (PT. Agung Toyota Kab. Bungo) yang sesuai dengan jurusan penerima bantuan Pusat Keunggulan (Teknik Kendaraan Ringan Otomotif). Sebelumnya saat awal pendampingan dimulai, belum ada terjalin kerjasama dengan PT. Agung Toyota Kab. Bungo Jambi.
Adanya pendampingan secara bersamaan dari dosen pendamping Perguruan Tinggi (Politeknik Negeri Padang) dengan pihak industri. Masukkan yang diberikan kepada pihak industri dari dosen pendampingan berupa :
a. Setelah terhubungnya kerjasama dengan pihak PT Agung Toyota, diharapkan kedepan adanya kecocokkan antara sekolah dengan industri ( Lingk and Match)
b. Adanya penekanan tentang Match (Kecocokkan) antara SMK 8 Tebo dan PT Agung Toyota Kab. Bungo.
c. Kecocokan disini akan tertuang pada sebuah kurikulum (sebaran mata pelajaran) yang muncul pada Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif.
d. Mata pelajaran muncul dari tinjauan bahan kajian yang mendukung profil dari lulusan siswa Jurusan Teknik Kendaraan Ringan Otomotif SMK N 8 Tebo.
e. Profil lulusan muncul berdasarkan kebutuhan dari pihak industri Otomotif (Sesuai dengan pihak industri yang bekerjasama)
f. Kebutuhan dari pihak industri tentu yang sesuai dengan kompetensi yang diinginkan, apabila siswa lulus dari sekolah pihak industri bisa langsung mengambil sebagai karyawan yang sesuai dengan kebutuhan sehingga akan memberikan outcam yan bagus untuk core bisnisnya pihak industri (Tidak lagi akan mengeluarkan banyak biaya dan waktu untuk dijadikan sebagai karyawan yang diinginkan)
KESIMPULAN
Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini berupa adanya pembahasan membuat draf MoU yang saling menguntungkan antara SMK N 8 Tebo dengan PT. Agung Toyota Muara Bungo untuk menjalin kerjasama yang Link and Match yang menyeluruh dan mendalam yaitu 8+i.
DAFTAR PUSTAKA
Adhia, H. (2015). Peningkatan Aktivitas Belajar Matematika Siswa Kelas XII TKR SMK Adzkia Padang Dengan Model STAD. Lemma: Letters of Mathematics Education, 2(1).
Alvendri, D., Giatman, M., & Ernawati, E. (2023). Transformasi Pendidikan Kejuruan: Mengintegrasikan Teknologi IoT ke dalam Kurikulum Masa Depan. Journal of Education Research, 4(2), 752-758.
Husein, M. T. (2019). Link and match pendidikan sekolah kejuruan. Rausyan Fikr: Jurnal Pemikiran Dan Pencerahan, 15.
Maulina, M., & Yoenanto, N. H. (2022). Optimalisasi link and match sebagai upaya relevansi SMK dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). Jurnal Akuntabilitas Manajemen Pendidikan, 10(1), 28-37