Inovasi Pembuatan Disenfektan Sirkala (Sirih dan Jeruk Kalamansi) Bagi Masyarakat

Authors

  • Hevi Horiza Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungpinang https://orcid.org/0000-0002-8233-4594
  • Iwan Iskandar Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungpinang
  • Mutia Yuhesti Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Tanjungpinang

DOI:

https://doi.org/10.36665/jupemy.v4i1.843

Keywords:

Disenfektan, Sirih, Jeruk Kalamansi

Abstract

Pergerakan yang terbatas menyebabkan kejenuhan, kekhawatiran dan ekonomi masyarakat melemah. Seiring persebaran COVID-19 yang terus meningkat, peraturan protokol kesehatan juga semakin diperketat. Kondisi tersebut memunculkan habit baru dimasyarakat yang harus selalu menjaga kebersihan. Habit baru inilah yang menyebabkan konsumsi masyarakat terhadap pembersih seperti hand sanitizer, sabun, desinfektan dan lainlain menjadi meningkat. Kondisi demikian juga dialami oleh para ibu rumah tangga yang ada di RT.003 Jl Sri Andana, Kelurahan Batu IX. Para ibu rumah tangga mulai merasa jenuh serta bingung mau melakukan apa jika terus berada di rumah. Disatu sisi pengeluaran rumah tangga terus membengkak. Melihat kondisi tersebut, perlu dilakukan kegiatan yang bisa bermanfaat, menghemat pengeluaran dan meningkatkan kreativitas bagi para ibu rumah tangga. Melalui kegiatan pengabdian pada masyarakat, para dosen dan mahasiswa Prodi Diploma III Sanitasi Jurusan Kesehatan Lingkungan, Poltekkes Kemenkes Tanjungpinang mengadakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Sirkala sebagai Alternatif Desinfektan Alami di Masa Pandemi COVID-19 bagi Warga RT 003 Jl. Sri Andana, Kelurahan Batu IX. Pengabdian masyarakat ini di isi dengan edukasi seputar Covid-19 dan dilanjutkan dengan edukasi tentang bagaimana membuat disenfektan sendiri dengan bahan-bahan yang ada didapur atau disekitar rumah. Untuk memperkaya pengetahuan masyarakat dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini juga dilakukan pembagian buku saku yang berisikan tentang pencegahan penularan Covid-19 dan cara pembuatan disenfektan.

References

Damayanti R, Mulyono. Khasiat dan Manfaat Daun Sirih : Obat Mujarab dari Masa ke Masa. Jakarta: Agro Media Pustaka. 2005.

Darwis S. N. Potensi Sirih (Piper betle L.) Sebagai Tanaman Obat. Bogor: Warta Tumbuhan Obat Indonesia Balai Penelitian Tanaman Obat dan Rempah. Vol. 1 No. 1. Halaman 9-11.1992.

Hariana, Arief. Tumbuhan Obat dan Khasiatnya Seri 3. Jakarta: Penebar Swadaya. 2007. Hal 86-87

Kementerian Kesehatan RI. 2020. Pedoman Pencegahan Pengendalian Coronavirus Disease (COVID-19) Revisi ke-5. Jakarta: Kementrian Kesehatan RI.

KEPMENKES No: HK.01.07/MENKES/382/2020 tentang protokol kesehatan bagi masyarakat di tempat dan fasilitas umum dalam rangka pencegahan dan pengendalian corona virus disease 2019 (COVID-19).

Peraturan Pemerintah No. 21 Tahun 2020. Tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar dalam rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease (COVID-19).

Rosman, R dan S. Suhirman. Sirih tanaman obat yang perlu mendapat sentuhan tekonologi budaya. Warta Penelitian dan Pengembangan Tanaman Industri, Vol 12 (1): 13-15. 2006.

Sampurno et al. Parameter Standar Umum Ekstrak Tumbuhan Obat. Jakarta: Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan. 2000. Hal: 1-17.

Sastroamidjojo, S. A. Obat Asli Indonesia. Jakarta: PT. Dian Rakyat. 2001. Hal: 102.

Satgas covid. 2020. New normal di akses melalui Covid19.go.id

Sirait, M., Loohu, E., dan Sutrisno, R.B. Materi Medika Indonesia jilid IV. Jakarta: Dirjen Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 1980.

Downloads

Published

2025-08-28

How to Cite

Inovasi Pembuatan Disenfektan Sirkala (Sirih dan Jeruk Kalamansi) Bagi Masyarakat. (2025). Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Mahaputra Muhammad Yamin, 4(1), 14-21. https://doi.org/10.36665/jupemy.v4i1.843